Tentang Kesuksesan dan Kegagalan

            Sebenernya apa sih definisi kesuksesan dan kegagalan? Hmm... I’m not sure ada definisi yang tepat untuk keduanya. Disadari atau tidak sebenarnya kita hidup di lingkungan atau society yang men generalisir kedua hal tersebut, i mean ga semua tapi mostly mengalami hal tersebut. Aku bukan ingin mendobrak pemahaman ini karena aku hanya remahan rempeyek, tapi lebih ke mengubah pola pikir ku sendiri karena aku juga ga berhak untuk memaksakan seseorang untuk setuju atau sepemikiran denganku. Banyak orang yang menilai kesuksesan itu dilihat dari kondisi finansial, memiliki karir yang bagus dll sehingga memaksa kita untuk mengikuti “standar” itu. Padahal gaada parameter atau standar yang bisa digunakan untuk menilai kesuksesan seseorang karena itu adalah hal abstrak. Definisi kesuksesan tentunya berbeda bagi setiap orang. For me, kesuksesan itu adalah saat dimana seseorang telah meraih goals nya atau apa yang menjadi tujuan nya. So yeah, just make our own standard and definition.

Lalu bagaimana dengan kegagalan? As we know that society kita juga sering menilai arti kegagalan seseorang. Seperti orang dibilang gagal kalau udah lulus kuliah masih nganggur, kerja ga sesuai jurusan, umur segini belum nikah, atau udah nikah tapi masih ngontrak alias belum punya rumah.. wtf dude! Ya itulah beberapa contoh kegagalan berdasarkan definisi society. Mereka yang belum kerja mungkin saja sedang mempersiapkan sesuatu yang lebih dari pada sekedar bekerja. Ataupun kerja ga sesuai jurusan, ya kuliah ga melulu seputar apa yang dipelajari tapi lebih kompleks pastinya. Lalu menikah, ya ini hal yang cukup sering menjadi sumber kegalauan sih, tapi terkadang society kita terlalu meromantisasi pernikahan. Pernikahan ga sekedar tentang keuwuan, yang seneng aja tapi pasti banyak suka dukanya. Sepertinya menarik untuk membahas pernikahan.. maybe next post. Tapi kapan sih sebenernya saat gagal itu? ya ga bisa dipungkiri kita juga sering merasa gagal. Entah gagal karena kita ga bisa memenuhi ekspetasi orang lain (ex:orang tua atau keluarga) ataupun karena kita gagal mencapai sesuatu itu hal yang wajar sih. Aku pun juga sering merasakan nya dan definisi gagal menurutku itu saat gagal mencapai sesuatu yang udah menjadi tujuan atau yang udah direncanakan. Gaada yang salah dengan kegagalan karena itu pasti akan menjadi sebuah pembelajaran untuk kita agar menjadi orang yang lebih kuat dan lebih baik.

Ada sebuah quotes “unexpected adventure makes for a better story”. Yess.. hidup adalah tentang memilih dan membuat keputusan. Bimbang atau plin-plan itu hal yang wajar, namun jangan terlalu larut dalam kebimbangan. Show must go on! Terkadang hal yang yang membuat kita stuck adalah terlalu banyak berpikir alias overthinking. Walaupun memang kita setidaknya harus berpikir 2 langkah ke depan atau membuat plan lain untuk menghadapi unexpected situation, itulah mengapa dalam hidup kita sebisa mungkin bisa berimprovisasi alias adaptable. Mungkin sebenernya ketakutan kita dalam decision making atau apapun itu berasal dari pemikiran kita sendiri. Pemikiran seperti gimana kalau pilihan ku yang ini lebih buruk dari yang lain. Padahal kita tau betul dalam hidup atau dalam decision making itu gaada manual atau parameter baik atau buruk nya karena semuanya masih abu-abu terlepas apapun yang akan kita pilih.

Bicara soal decision making, ada hal yang cukup menarik untuk disampaikan. Pernah terpikirkan mengapa aku menyulitkan diri sendiri dengan masuk kuliah ke jurusan yang melelahkan dan cukup sulit bagiku dan juga kuliah di kampus yang cukup jauh. Sementara ada jalan yang lebih mudah dengan masuk kuliah yang ga terlalu menguras pikiran dan malah lebih prospektif. Tapi hal yang kuyakini adalah apapun jalan yang kupilih aku bangga berdiri di atas keputusanku sendiri, dan juga the one and only orang yang akan take a responsibility adalah aku, bukan orang lain. Just do what u want! Hal yang penting dari kuliah itu adalah membentuk pola pikir, mencari jati diri, dan mengerti bagaimana untuk menghargai orang lain. Dan dengan kuliah di tempat yang cukup jauh tentunya jadi lebih leluasa dalam membuat keputusan. So, cara berdamai dengan keadaan adalah tetap menghargai apapun usaha atau keputusan yang telah kita buat, stop comparing yourself to others, dan selalu bersyukur.

Have a good day J

Komentar

  1. I am waiting for the next article!!

    I agree with your argumen about "stop comparing yourself to others". Apapun yang kamu lakukan, lakukan yang terbaik yang kamu bisa. Hanya dirimulah yang bisa menolongmu.

    Love this article

    BalasHapus
  2. I am waiting for the next article!!

    I agree with your argumen about "stop comparing yourself to others". Apapun yang kamu lakukan, lakukan yang terbaik yang kamu bisa. Hanya dirimulah yang bisa menolongmu.

    Love this article

    BalasHapus

Posting Komentar